

Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. resmi membuka Pembekalan dan Pelatihan Keterampilan (Latram) TA 2026 bagi 216 personel Polri dan PNS yang akan memasuki masa purnatugas di Hotel The Zuri Palembang, Senin (20/4).

Kegiatan ini dirancang untuk membekali personel dengan kesiapan mental, finansial, hingga keterampilan praktis agar tetap mandiri dan bermakna di fase kehidupan baru. Dalam amanatnya, Kapolda Sumsel berpesan agar personel menjaga etos kerja hingga akhir masa pengabdian:
“Kerja keras adalah wujud rasa syukur, namun harus diimbangi dengan kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas. Pensiun bukan akhir dari pengabdian, melainkan awal dari fase kehidupan baru yang harus dipersiapkan dengan baik,” ujar ujar Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho.
Bila ada permasalahan dan butuh bantuan Polisi silahkan hubungi :
Call Center : 110 (Bebas Pulsa)
“KAMI SIAP MELAYANI 24 JAM”

Kayuagung, gempurnews.com — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan dan mengantisipasi potensi bencana melalui pelaksanaan simulasi terpadu Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) dan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Kegiatan tersebut digelar di halaman GOR Perahu Kajang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Rabu (22/4/2026).
Simulasi berskala besar ini dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel, Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., dengan melibatkan ratusan personel gabungan dari unsur TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, serta partisipasi elemen masyarakat.
Kegiatan ini dirancang sebagai langkah strategis untuk menguji kesiapsiagaan operasional, kecepatan respons, serta efektivitas koordinasi lintas sektoral dalam menghadapi situasi kontinjensi, baik gangguan keamanan maupun bencana lingkungan.
Dalam simulasi Sispamkota, diperagakan berbagai skenario penanganan gangguan kamtibmas, termasuk pengendalian massa dengan pendekatan humanis namun tetap tegas sesuai standar operasional prosedur.
Sementara itu, pada simulasi Karhutla, tim gabungan menunjukkan kemampuan pemadaman cepat melalui penggunaan peralatan khusus, serta koordinasi taktis dalam mendeteksi dan menangani titik panas (hotspot).
Kapolda Sumsel menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar latihan rutin, melainkan bagian dari upaya komprehensif dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalisme personel di lapangan.
“Simulasi ini merupakan bentuk kesiapsiagaan kita dalam menghadapi berbagai potensi ancaman. Kita tidak boleh lengah. Penanganan Karhutla di OKI tahun 2026 harus mencapai target Zero Karhutla, yang hanya dapat diwujudkan melalui kerja keras, kerja cerdas, dan kerja tuntas secara bersama-sama,” tegas Irjen Pol Sandi Nugroho.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor sebagai kunci utama keberhasilan dalam penanganan situasi darurat, baik yang bersifat keamanan maupun kebencanaan.
Secara terpisah, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program Presisi Polri dalam mendukung agenda strategis pemerintah, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan dan perlindungan lingkungan.
“Melalui simulasi terpadu ini, seluruh elemen disatukan dalam satu persepsi dan pola tindak yang sama. Tujuannya agar setiap personel memiliki kesiapan optimal ketikal menghadapi kondisi riil di lapangan,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur tetap (protap) penanganan di lapangan, guna mengidentifikasi kekuatan sekaligus potensi perbaikan dalam sistem respons cepat.
Kapolda Sumsel juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta atas dedikasi dan profesionalisme yang ditunjukkan selama pelaksanaan simulasi.
Polda Sumsel memastikan bahwa latihan serupa akan terus dilakukan secara berkelanjutan, khususnya di wilayah-wilayah rawan Karhutla, sebagai bagian dari upaya mewujudkan Sumatera Selatan yang aman, kondusif, serta bebas dari ancaman bencana asap.

Kayuagung, gempurnews.com — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan dan mengantisipasi potensi bencana melalui pelaksanaan simulasi terpadu Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) dan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Kegiatan tersebut digelar di halaman GOR Perahu Kajang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Rabu (22/4/2026).
Simulasi berskala besar ini dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel, Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., dengan melibatkan ratusan personel gabungan dari unsur TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, serta partisipasi elemen masyarakat.
Kegiatan ini dirancang sebagai langkah strategis untuk menguji kesiapsiagaan operasional, kecepatan respons, serta efektivitas koordinasi lintas sektoral dalam menghadapi situasi kontinjensi, baik gangguan keamanan maupun bencana lingkungan.
Dalam simulasi Sispamkota, diperagakan berbagai skenario penanganan gangguan kamtibmas, termasuk pengendalian massa dengan pendekatan humanis namun tetap tegas sesuai standar operasional prosedur.
Sementara itu, pada simulasi Karhutla, tim gabungan menunjukkan kemampuan pemadaman cepat melalui penggunaan peralatan khusus, serta koordinasi taktis dalam mendeteksi dan menangani titik panas (hotspot).
Kapolda Sumsel menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar latihan rutin, melainkan bagian dari upaya komprehensif dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalisme personel di lapangan.
“Simulasi ini merupakan bentuk kesiapsiagaan kita dalam menghadapi berbagai potensi ancaman. Kita tidak boleh lengah. Penanganan Karhutla di OKI tahun 2026 harus mencapai target Zero Karhutla, yang hanya dapat diwujudkan melalui kerja keras, kerja cerdas, dan kerja tuntas secara bersama-sama,” tegas Irjen Pol Sandi Nugroho.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor sebagai kunci utama keberhasilan dalam penanganan situasi darurat, baik yang bersifat keamanan maupun kebencanaan.
Secara terpisah, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program Presisi Polri dalam mendukung agenda strategis pemerintah, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan dan perlindungan lingkungan.
“Melalui simulasi terpadu ini, seluruh elemen disatukan dalam satu persepsi dan pola tindak yang sama. Tujuannya agar setiap personel memiliki kesiapan optimal ketikal menghadapi kondisi riil di lapangan,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur tetap (protap) penanganan di lapangan, guna mengidentifikasi kekuatan sekaligus potensi perbaikan dalam sistem respons cepat.
Kapolda Sumsel juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta atas dedikasi dan profesionalisme yang ditunjukkan selama pelaksanaan simulasi.
Polda Sumsel memastikan bahwa latihan serupa akan terus dilakukan secara berkelanjutan, khususnya di wilayah-wilayah rawan Karhutla, sebagai bagian dari upaya mewujudkan Sumatera Selatan yang aman, kondusif, serta bebas dari ancaman bencana asap.
Jakarta – SPPG Polri Pejaten menggelar pelaksanaan perdana Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan di SMA Kemala Bhayangkari 1, Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (22/04/2026) Pagi. Model penyajian ini menjadi uji coba baru dalam pemberian makanan bergizi kepada para siswa.

Kegiatan ini disambut antusias para pelajar. Suasana makan bersama dengan sistem prasmanan membuat penyajian MBG terasa berbeda dari biasanya dan menghadirkan nuansa kebersamaan di lingkungan sekolah.
Kepala Sekolah SMA Kemala Bhayangkari 1, Muryanto, mengatakan pelaksanaan MBG model prasmanan memberi manfaat langsung bagi siswa. Menurutnya, program itu sangat membantu, terutama bagi anak-anak yang belum sempat sarapan sebelum berangkat ke sekolah.
“MBG dengan model prasmanan ini benar-benar sangat bermanfaat. Anak-anak merasakan kebersamaan saat makan bersama teman-temannya. Program ini juga sangat membantu, khususnya bagi murid yang pagi hari belum sempat sarapan,” kata Muryanto.

Sementara itu, Ka SPPG Polri Pejaten Muhamad Iqbal Salim menjelaskan sistem prasmanan ini merupakan bentuk simulasi menindaklanjuti arahan pimpinan. Skema tersebut juga dipersiapkan untuk pelaksanaan MBG secara prasmanan pada momentum Hari Bhayangkara, khususnya di SPPG yang berada di bawah naungan Polri.

“Keunggulannya, sistem ini bisa melatih ketertiban dan kedisiplinan siswa. Dari sisi menu dan hitungan gizi tetap terukur karena kami menggunakan sendok takar sesuai arahan ahli gizi,” ujar Iqbal.
Iqbal menambahkan, pola prasmanan juga diharapkan dapat menekan angka sisa makanan atau food waste. Sebab, siswa bisa menyesuaikan porsi sesuai kebutuhan. Hasil uji coba ini nantinya akan dievaluasi untuk melihat apakah sistem prasmanan lebih efektif dibanding pola penyajian biasa.
Jakarta – SPPG Polri Pejaten menggelar pelaksanaan perdana Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan di SMA Kemala Bhayangkari 1, Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (22/04/2026) Pagi. Model penyajian ini menjadi uji coba baru dalam pemberian makanan bergizi kepada para siswa.

Kegiatan ini disambut antusias para pelajar. Suasana makan bersama dengan sistem prasmanan membuat penyajian MBG terasa berbeda dari biasanya dan menghadirkan nuansa kebersamaan di lingkungan sekolah.
Kepala Sekolah SMA Kemala Bhayangkari 1, Muryanto, mengatakan pelaksanaan MBG model prasmanan memberi manfaat langsung bagi siswa. Menurutnya, program itu sangat membantu, terutama bagi anak-anak yang belum sempat sarapan sebelum berangkat ke sekolah.
“MBG dengan model prasmanan ini benar-benar sangat bermanfaat. Anak-anak merasakan kebersamaan saat makan bersama teman-temannya. Program ini juga sangat membantu, khususnya bagi murid yang pagi hari belum sempat sarapan,” kata Muryanto.

Sementara itu, Ka SPPG Polri Pejaten Muhamad Iqbal Salim menjelaskan sistem prasmanan ini merupakan bentuk simulasi menindaklanjuti arahan pimpinan. Skema tersebut juga dipersiapkan untuk pelaksanaan MBG secara prasmanan pada momentum Hari Bhayangkara, khususnya di SPPG yang berada di bawah naungan Polri.

“Keunggulannya, sistem ini bisa melatih ketertiban dan kedisiplinan siswa. Dari sisi menu dan hitungan gizi tetap terukur karena kami menggunakan sendok takar sesuai arahan ahli gizi,” ujar Iqbal.
Iqbal menambahkan, pola prasmanan juga diharapkan dapat menekan angka sisa makanan atau food waste. Sebab, siswa bisa menyesuaikan porsi sesuai kebutuhan. Hasil uji coba ini nantinya akan dievaluasi untuk melihat apakah sistem prasmanan lebih efektif dibanding pola penyajian biasa.